5 KG SABU GAGAL EDAR, 2 BANDAR DITANGKAP SATRESNARKOBA POLRESTABES PALEMBANG SAAT LIBURAN

By Admin 06 Des 2021, 11:02:38 WIB HUMAS
5 KG SABU GAGAL EDAR, 2 BANDAR DITANGKAP SATRESNARKOBA POLRESTABES PALEMBANG SAAT LIBURAN

POLRESTABES PALEMBANG – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Palembang berhasil mengamankan 2 pelaku pengedar narkotika jenis sabu sebanyak 5 kilogram.

Kedua pelaku yaitu M. Wahyu Romadon (29) dan Bayu Prabowo (29) yang beralamat jalan PSI kenayan Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Kota Palembang.

Dalam Press Release yang dilaksanakan di Polrestabes Palembang, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, S.Ik, M.Si didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Palemban Kompol Mario Ivanry, Senin (06/12/12).

Kapolrestabes mengatakan bahwa penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di sekitar hotel di Palembang. Kemudian, anggota langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka di hotel.

Saat dilakukan penggeledahan barang bukti ditemukan tersimpan di dalam tas warna merah disamping tempat tidur disalah satu hotel di Palembang.

“sebanyak 5 kilogram sabu yang dibungkus teh Guanying Wang warna hijau bintang (5) lima berhasil kita amankan, serta 1 buah timbangan, 1 buah tas warna merah, 2 buah handphone, 2 ball plastik kelip bening, serta 1 unit sepeda motor merk zupiter z warna biru” jelas KBP. Irvan.


Ditambahkan bahwa ungkap kasus ini termasuk ungkap kasus dengan barang bukti terbesar dalam tiga tahun terakhir, dan ini merupakan hasil kerja keras anggota Polrestabes Palembang dalam mengembangkan penangkapan di daerah tangga buntung.

Kedua tersangka dan barang bukti di giring ke mapolrestabes Palembang guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

pasal yang disangkakan sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotikan dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) di tambah 1/3 (sepertiga), paling sedikit Rp. 1.000.000.000 (satu milyar) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh milyar).

Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment