Gagalkan Transaksi Narkoba, 1008 butir Ekstasi diamankan Polisi

By Admin 04 Okt 2022, 09:45:53 WIB HUMAS
Gagalkan Transaksi Narkoba, 1008 butir Ekstasi diamankan Polisi

POLRESTABES PALEMBANG - Kurir narkoba jenis pil ekstasi tertangkap tangan saat akan melakukan transaksi di Jalan Kapten Anwar Sastro, tepatnya di depan minimarket Alfamart, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Kamis (29/9/2022) sekitar pukul 19.30 WIB.

Akibatnya, pelaku Chaidir Agustian alias Didi (34), warga Jalan KH Azhari, Lorong Taman Bacaan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, harus diamankan anggota Polsek IT I Palembang.

Kapolsek IT I Palembang, Kompol Ginanjar Alya Sukmana mengatakan, selain mengamankan pelaku, anggotanya turut mengamankan barang bukti 1.008 butir pil ekstasi, terdiri dari 58 butir warna Orange logo piramid. Sedangkan sisanya berwarna ungu berlogo Superman.

“Tertangkapnya pelaku anggota kita yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Muslim, berkat adanya informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi narkoba jenis pil ekstasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujarnya, Senin (3/10/2022).

Setelah diamankan, lanjut dia, anggotanya mendapatkan ekstasi sebanyak 1.008 butir terdiri dari warna orange berlogo Piramid dan warna ungu berlogo Superman.

“Dari keterangan pelaku, barang haram ini didapatkannya dari seseorang inisial P di Pekanbaru, Riau. Saat ini sedang kita mendalami. Kita akan bekerja sama dengan Satres Narkoba Polrestabes Palembang,” kata dia.

Ginanjar menjelaskan, pelaku termasuk dalam jaringan antar Provinsi. “Pelaku mengaku kepada anggota kita sudah empat kali mengantarkan barang dan dia termasuk dalam jaringan antar Provinsi,” jelasnya.

Atas ulahnya, pelaku terancam pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun.

“Selain ekstasi anggota kita turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih nopol BG 2817 AAY dan satu unit ponsel merk Oppo,” tuturnya.

Pelaku Didi mengaku telah melakukan pengantaran barang haram tersebut sebanyak empat kali. “Saya sudah empat kali antar barang. Untuk upahnya saya mendapatkan Rp500 ribu untuk satu kali antara,” akunya.

Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment