Kapolda Sumsel bersama Kapolrestabes Palembang Ajak Suporter Sriwijaya FC Doa Bersama Tragedi Kanjur

By Admin 04 Okt 2022, 10:13:09 WIB HUMAS
Kapolda Sumsel bersama Kapolrestabes Palembang Ajak Suporter Sriwijaya FC Doa Bersama Tragedi Kanjur

POLRESTABES PALEMBANG - Rasa duka cita atas jatuhnya lebih dari 100 korban jiwa dalam rusuh yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022 lalu, juga dirasakan oleh para suporter yang di Palembang.

Dalam acara yang digelar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib, S.I.K., M.H di Sadion Athidira Wira Bakti, Komplek Pakri Palembang, Senin 3 Oktober 2022 sekitar pukul 19.30 WIB, para suporter dari klub Sriwijaya memanjatkan doa bersama untuk para korban yang jatuh pada tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Kita mengajak ribuan suporter Sriwijaya FC di Palembang berdoa bersama, atas korban yang meninggal dunia," ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhammad Ngajib.

Kepada para suporter Sriwijaya FC serta pecinta sepak bola seluruh Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Toni mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya pada malam ini.

"Sebagai wujud empati dan duka cita kita atas peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, semoga saudara kita yang menjadi korban dan yang masih dirawat di rumah sakit semua dalam lindungan Allah SWT," katanya.

Dari pantauan di lapangan, para suporter berdoa dan bernyanyi bersama sebagai wujud dukungan kepada para korban tragedi Kanjuruhan yang memakan korban meninggal dunia hingga ratusan orang.

Jalannya doa bersama dikawal petugas keamanan, dan diarahkan oleh masing-masing koordinator lapangan. 

Setiap suporter membawa spanduk, dan menyalakan lampu flash ponsel masing-masing.

Tampak juga hadir suporter Arema FC yang berdomisi di Palembang. Sekitar pukul 20.30 WIB, rombongan suporter membubarkan diri dengan tertib. 

Sebelumnya dunia sepakbola Indonesia berduka, menyusul tragedi mengenaskan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu 1 Oktober 2022. 

Ratusan nyawa harus melayang pasca laga Liga 1 2022/2023, antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, 

Laga berlangsung sengit dan diakhiri dengan kemenangan Bajul Ijo 3-2.

Tak terima tim kesayanganya kalah, pendukung Arema FC pun tumpah ke dalam Stadion Kanjuruhan usai peluit tanda berakhirnya pertandingan usai.

Masifnya pendukung Arema FC yang masuk ke lapangan, menyebabkan aparat terpaksa menggunakan kendaraan taktis Barracuda untuk membawa Bajul Ijo keluar dari lapangan.

Keadaan kian memanas di dalam stadion.

Kerusakan pun semakin meluas, usai botol-botol dilempar ke dalam lapangan termasuk juga flare dan benda lainnya.

Petugas keamanan tidak tinggal diam, polisi dan TNI masuk ke lapangan berusaha menekan serbuan.

Melihat aparat masuk lapangan, amukan massa supporter bukannnya berhenti, malah kian brutal.

Terlihat mobil polisi ikut menjadi sasaran amukan suporter dengan dibakar.

Kondisi tersebut membuat polisi menembakkan gas air mata, karena menimbang jumlah personil keamanan yang tak sebanding dengan suporter.

Hal itu makin diperparah dengan bantuan medis yang tak sebanding dengan banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan.

Diduga kehabisan nafas gegara terpapar gas air mata, satu demi satu suporter Arema FC roboh di satu titik pintu stadion. 

Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment