SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK POLRESTABES PALEMBANG
Data SKM Polrestabes Palembang

By Admin 02 Agu 2020, 17:57:32 WIB SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK POLRESTABES PALEMBANG

Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) merupakan salah satu alat ukur pembangunan zona integritas dan standar yang harus dipenuhi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dari perspektif masyarakat yang kita layani.

Polrestabes palembang melakukan SKM, Pelaksanaan SKM dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan teknis dalam Permenpan RB RI Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik dan Permenpan RB RI Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi Dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani Di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Tanpa melaksanakan SKM, kita tidak dapat mendeteksi perkembangan peningkatan kualitas pelayanan publik, kita tidak tau apa saja yang perlu dibenahi agar masyarakat percaya dan puas dengan pelayanan yang diberikan dan yang paling penting kita tidak tau bagaimana pendapat masyarakat tentang kualitas pelayanan publik yang telah kita berikan.

Dengan SKM kita bisa memanfaatkan hasil survei untuk melakukan pembenahan-pembenahan dan lebih meningkatkan lagi kualitas pelayanan publik yang lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Hasil survei akan bermanfaat bila kita langsung segera menindaklanjutinya dengan melakukan pembenahan-pembenahan.

Tindak lanjut atas hasil SKM selanjutnya adalah MOU pembayaran PNBP SKCK melalui BRI untuk agar masyarakat mengetahui bahwa pembayaran PNBP tersebut adalah sah dibayarkan untuk negara serta untuk menutup peluang pungli.

Berdasarkan hasil SKM juga telah dilakukan pemasangan CCTV di ruang-ruang pelayanan publik, penambahan fasilitas di ruang tunggu pelayanan seperti ruang baca, ruang bermain utk anak, ruang ibu menyusui, fasilitas utk disabilitas. 

Hal ini juga merupakan tindak lanjut dari SKM sebelumnya yang menunjukkan bahwa data kuantitatif yang diperoleh melalui SKM harus dilengkapi dengan data kualitatif dimana masyarakat tidak hanya mengatakan puas, sangat puas atau kurang puas, tetapi diminta juga menerangkan alasan mengapa merasa puas, sangat puas atau kurang puas atas pelayan publik yang telah diterimanya.

Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment